Kamis, 05 Mei 2011

Lunathic France in Love

Halo….???  “sahut ku pada orang di sebrang sana….
Tapi tak kunjung jua ada sahutan ……
Aduh mana sih yang janji jemput gw uhmm…. Gerutuku di depan pintu kedatangan bandara internasional milik perancis ….
Sudah lebih dari satu jam menunggu tak kunjung jua ada yang jemput..
Akhirnya aku putus kan untuk ikut travel yang di tawar kan oleh pihak bandara kepada para wisatawan yang ingin berlibur ke prancis hanya dengan membayar 200.000 ribu kita bisa berkeliling selama 6 jam aku pu ikut trevel tersebut
                Hari ini adalah hari pertama aku menginjakan kaki di prancis,, entah apa yang mama pikirkan sehingga dia membolehkan ku pergi berlibur keluar negri dimana hanya ada temannya yang tinggal disini tapi karna anak temen mama tak kunjung menjemput ku…
Aku pun ikut travel hitung-hitung untuk cari pengalaman. Saat ini waktu menunjukan pukul 09.00 malam di Indonesia tapi tak sama halnya dengan prancis yang kiini masi jam 2 siang…
Tepat pada jam tujuh malam waktu prancis aku dan rombongan travel singgah di sebuah lestoran yang berada dekat dengan kawasan menara effel untuk menyantap makan malam pertama ku di prancis… semua makanan telah terhidang diatas mejah ketika kami tiba di lestoran itu membuat ku tak susah payah lagi untuk memesan makanan yang ada…. Sejam berlalu dengan hidangan yang bikin perut kenyang dan kami pun di ajak untuk melihat menara effel yang bertengger menawan di tengah hamparan bungah tulip yang menghiasi taman kota kebanggaan prancis tersebut…tak lama kami berdiri menikmati pandangan indah yang di suguh kan oleh menara tersebut kami pun harus masuk ke mobil untuk diantar kan kealamat yang kami tujuh…
Aku menyodorkan selembar kertas yang berisi alamat temen mama disini dengan sigap supir pun mengendarai mobilnya menuju alamat yang kuberi tadi….
Setibanya di sebuah rumah yang kata supirnya itu adalah alamat yang tertera di kertas ku. Aku pun beranjak turun dan masuk ke dalam perkarangan rumah tersebut ,, gong-gongan anjing menyergap ku seketika membuat langkah ku mundur menjahui perkarangan rumah tersebut
“Kill….shutup”  (Terdengar seseorang berteriak diambang pintuh masuk rumah tersebut dan seketika anjing itu pun mundur dan lari dari hadapan ku menuju sang majikan nya…)
“Tia….” (Majikan sang anjing memanggil nama ku setelah dengan seksama dia memperhatikan ku yang berada di ambang gerbang rumahnya)
“Kamu tia????” ( Tanyanya lagi ketika telah berjalan menuju diri ku….)
“Iya ,,,” (jawab ku cepat…)
“Wah kamu kemana aja tante hampir aja mau laporin kamu ke daftar orang hilang loh”
What????orang hilang??? Emang anda kira saya sebodoh itu hingga gak ada akal???? Ckckckckckck
“Maaf tante tadi aku ikut travel sehari yang di ajukan pihak bandara”
“Oh,,, yaampun maaf tadi anak tante terlambat jemput kamu karna mobilnya mogok dijalan”
Ya’ampun….pliss dhe mobil disini ada gitu acara mogok segala????
“Iya tante gak apa” ( kata ku seolah melupakan kesialan hari ini)
“Dia lagi cari kamu di bandara sebentar tante telepon dia dulu biar pulang”
What????hellow….gw gak ada kabar sejak 6 jam yang lalu dan sekarang baru di cari di bandara???? Ya’ampun bekicot kali lelet amet bertindaknya……..
“Iya tante….” (Lagi-lagi kata ku dengan sabar)
“Ya uda kamu masuk dulu, biar tante anterin kekamar kamu”
“Iya, makasih tante”  (kata ku lembut)
Wow….kamar nya sungguh menarik seperti kamar ellit kebanyakan di keempat sisi kamar hanya satu yang berbetaskan tembok sedangkan yang lainnya berbataskan jendela super gede yang membuat sinar rembulan dapat masuk menerobos kamar itu….
Pagi harinya aku bangun dengan segudang rencana yang teripkirkan untuk agenda pertama liburan di parancis…
“tok…tok…tok…” (terdengar gedoran pintu)
“Masuk… “ (sahut ku yang masi di atas kasur yang empuk…)
“Tia… sarapan duluh yuk…” (kata tante ellena)
”eh, Tante…. Iya tan “ (kata ku sembari beranjak dari tempat tidur)
Walau pun sebenarnya tak mau beranjak dari kasur tapi karna perut aku uda dangdutan akhirnya aku pun beranjak turun mengikuti tante ellena…
“Radit, kenalin ini tia anak temen mama yang dari Indonesia itu”
“Hai ,radit” (sapa radit sembari mengulurkan tangannya)
“Tia….” (sapa ku kembali sembari menyambut uluran tangan nya !!)
Jawab ku memperkenalkan diri pada radit anak tante ellena… tubuh radit yang tinggihnya di atas rata-rata cowok dewasa di Indonesia membuat ku menengadahkan muka ku sedikit keatas dan  anehnya lagi dia melihat ku seolah-olah aku ini kurcaci yang amat pendek sehingga dia harus menunudukan kepalanya hingga 90 derajat…
“Ayo tia makan…” (kata tante ellena memecakan keheningan yang terjadi)
“Iya tan….” (Jawab ku sembari beranjak duduk di samping beliau)
“Gimana kamu uda ada agenda untuk liburan hari ini???” (Tanya tante ellena)
“Uhmm, uda kok tan..”  (jawab ku semangat)
“Bagus lah…. Kalo gitu nanti kamu di temanin sama radit ya ..”
“Iya,tante….” (Jawab ku datar)

setelah selesai sarapan tante ellena pun menyuruh ku untuk siap-siap  dan radit menunggu di garasi dengan mobil yang katanya kemaren mogok itu !!

“Kita kemana dith????” (Tanya ku ketika dijalan entah namanya )
“Kata loe mau liat kebudayaan di paris????Ya disini tempatnya…..” ( jawab radit seolah tak senang)

Perjalanan pertama adalah melihat…lihat kebudayaan di perancis ,,,tapi aku malah di bawa ke museum  peninggalan nenek moyang prancis perjalanan ke duanya .. aku ingin memburu makan siang khas prancis tapi malah di bawa kepasar sama si radit.. katanya sih pasar ini penuh dengan masakan khas prancis..ke tiga aku ingin jalan – jalan ke tempat wisata yang ada di prancis eh…malah di bawak dia ke pinggir pantai yang bibir pantainya hampir tak ada ujung . alhasil yang kudapatkan hanyalah jejeran bule yang sedang berjemur menghitam kan dirinya…. Tapi hal itu cukup unik sepanjang perjalanan di bibir pantai aku melihat tingkah aneh yang belum pernah ku lihat di pantai Indonesia terkecuali bali tentunya….banyak jejeran anak-anak  yang membuat rumah dari pasir dan banyak juga bule tenga berjemur di bawah selimut pasir pantai , banyaknya para peselancar , dan banyak muda mudi seumuran aku yng main volley dan sebagainya tapi banyak juga hal yang minus karna hampir setiap pemandangan di penuhi bikini seksi dan tindakan ciuman atau pun hal-hal yang lainnya…  menjelang sore aku dan radit pun memilih tempat duduk di pinggir pantai untuk menyaksikan sunset yang sebentar lagi menghiasi langit prancis…..
Malam harinya kukira kami akan kembali kerumah… karna ku sudah tak punya tujuan lagi untuk hari ini… ditambah kaki ku yang telah pegel karna seharian brkeliling…. Tapi radit mengendarai mobilnya menuju tempat yang kukunjungi semalem yaitu menara effel…
“Kita mau ke effel dith???”  (Tanya ku semangat)
“Iya….” (Namun di jawab radit singkat)
Tak seperti ,malem kemaren kini effel penuh sesak dengan parah remaja yang tengah berkumpul , jalan- jalan, pacaran ,mau pun hanya sekedar lihat bintang dan photo-photo….
“WOW….” (Kata ku takjub)
“Malam ini libur di prancis jadi hampir seluruh anak remaja ngumpul disini untuk menikmati malem bersama”
Baru kali ini aku denger radit ngomong lumayan panjang semenjak aku kenal dengan dia.
Sepanjang perjalanan di kompleks effel banyak orang-orang yang bertegur sapah kepada radit yang tentunya tak pernah aku mengerti perkataan meraka yang menggunakan bahasa perancis… tapi saat kami tak jauh lagi dari menara effel segerombolan orang menegur radit kali ini mereka berbicara panjang lebar entah apa yang di katakan aku pun tak mengerti sama sekali hanya saja segerombolan orang itu membuat ku takut karna mereka melihati ku terus  lalu melanjutkan prcakapannya lagi dengan radit setelah itu melihat ku kembali membuat ku menutupi diri di belakang tubuh radit…
“Radit… kamu bawa kamera gak????” (Tanya ku berharab)
“Kenapa..???” (lagi-agi dengan jawaban yang dingin khas radit)
“Bisa kita photo-photo di sini????” (jawab ku sembari berdiri di depan menara effel)
Radit memanggil seseorang dan menyuruhnya memotoh kami tepat di bawah menara effel beberapa photo di jepret melalui kamera hape radit dan yang lain di abadikan di photo kilat langsung jadi yang di miliki oleh photographer tersebut.
“Yuk kita pulang….” (Kata radit dingin)
“Tapi….” (Jawabku terputus gara-gara orang dingin ini memotong kata-kata ku)
“Uda malem takutnya mama khawatir… nanti kita juga bisa kesini lagi…” (katanya dan menarik tangan ku cepat)
“Oh….iya..”  (jawab ku singkat karna bener juga katanya dan lagian mana bisa ngomong kalo tangan di tarik-tarik kayak angonan sapi gini !!!)


Setibanya dirumah tante ellena mengintrogasi aku dan radit… menanyakan ini itu yang telah kami lakukan seharian… kemana dan dimana kami pergi semua di korek tuntas oleh tante ellena persis seperti mama ku.

                                                                                333
“Siiit…..” (desis ku kesal)
                Mobil pake acara ngadat di tengah jalan ….. padahal aku diburu waktu untuk jemput anak temen mama yang datang dari Indonesia… 1 jam hari ini berlalu di bengkel untuk ngebenerin mobil  dan aku harus terburu-buru ke bandara karna uda telat hampir 2 jam .
aduh mana yah orangnya??? Mana harus bawak papan nama segala lagi… ribet kan jadinya             Gara-gara mobil sialan nih bisa kena marah sama mama kalo gini ceritanya…
“Halo ma…. Radit uda nyampe di bandara tapi dianya gak ada . .  kata orang disini kedatangan dari Indonesia uda 2 jam yang lalu..”
“Aduh…. Radit kok bisa sih…. Mama gak mau tahu kamu harus cari dia sampe ketemu… mama harus bilang apa sama temen mama kalo dia tau anaknya hilang…” (nah kan marah si mama)
“Iya ma maaf…. Radit cari dia dhe….”  (Kata ku menurut)
“SMPAI KETEMU” (bentak mama dari sebrang telepon)
“Iya…”  (jawab ku menurut)
Argh….nyusain aja tuh cewek uda tau baru pertama kali dateng ke sini eh,,,, pake ngilang mana gw gak tahu lagi orangnya yang mana…. Uhh gw harus cari dimana kalo kayak gini……  
ya uda lah masa bodoh dahh Dari pada gw pusing mikirin tuh cewek mending gw selesain urusan gw dulu…
“tok…tok,,,tok….”
Aku melangkahkan kaki ke Sebuah kamar di apartemen mewah beberapasat menunggu di depan pintu seorang wanita yang ku kenal membuka pintu untuk ku seperti dugaan ku kedatangan ku telah ditunggu…
“Masuk…” (katanya singkat)
Wanita dengan tubuh seksi dan pakaian yang hampir tak berbahan menyambut kedatangan ku rambutnya yang ikal menjuntai panjang membuat aku  terdiam
“Dari mana??” (katanya sembari menatap ku tajam)
“Bandara…” (jawab ku singkat)
“Ngapain??? Ada cewek impor???”  (Tanya nya kasar)
“Bukan Cuma anak teman mama dari Indonesia” ( jawab ku apa adanya)
“Cantik???” (tanyanya sembari memainkan rambutnya yang ikal)
“Belum ketemu…. Kamu mau apa ???” (jawab ku khawatir)
“Aku suruh kamu kesini Cuma untuk nemenin aku malam ini…”
“Cowok kamu???” (tanya ku heran)
“ Putus….”  (Jawabnya santai kali ini sembari menyeruput batang rokoknya)
“Apa????”  (jawab ku kaget)
Malam tiba apartemen nya kini gelap tanpa cahaya…. Pikiran ku kalut lantaran kenapa aku berada disini dengan dia lagi????? Seharusnya aku mencari cewek hilang itu…. Mendadak hp ku berbunyi…
“Halo…” (sapa ku pelan)
“Kamu pulang sekarang, tia uda sampai di rumah…” (kata mama di sebrang sana)
“Uhmm, iya ma…” (jawab ku sembari bergegas pulang)
Cepat ku merapikan pakaian ku dan meninggalkan dia yang tertidur di ranjangnya…. Setibahnya dirumah aku melihat mama sedang menonton tv di tenggah kegelapan..
“Ma..” (sapa ku lembut)
“Kamu lama sekali…” (kata mama terlihat nada panic dari katanya)
“Maaf ma ,,, di mana dia??? (Kata ku seolah habis mencari anak teman mama)
“Dia sudah di kamarnya mama rasa di kecapekan dan butuh istirahat… besok kamu temanin dia liburan…” (kata mama member komando)
“Iya ma…” (jawab ku ramah)
“Tidurlah…”
Aku menerusuri anak tangga menuju lantai dua menuju kamar ku tapi kaki ku beranjak kearah sebaliknya hati ku penasaran pada sosok cewek yang hilang di bandara itu , perlahan tangan ku pun membuka pintu kamarnya dan mata ku menerawang seluruh penjuruh kamar yang berdominasi warna putih susu itu…. Sesosok perempuan berbaring di atas ranjang itu kaki ku pun melangkah dan mendekat….. dia tertidur nyenyak aku pun keluar dari kamar nya dan istirahat menuju kamar ku…
Pagi sekali mama menggedor kamar ku dan menyuruhku turun untuk sarapan…. Mama sedang sibuk dengan roti panggang nya yang sedang di sajikan di meja makan … mama menuju kamar cewek itu dan menggedor pintuhnya terdengar sautan dari dalam ….tak berapa lama mama turun bersama perempuan itu
“Radit kenalin ini tia anak teman mama yang dari Indonesia…” (kata mama memperkenalkan anak temannya)
Cewek itu cantik, mempunyai rambut hitam yang bergelombang matanya indah dan mempunyai tatapan yang manis kulitnya putih dan dia sedikit tembem atau mungkin chabi dan lucu….
“Hai, radit” (kata ku memperkenalkan diri padanya)
“Tia” (jawabnya ramah)
Dia lucu… aku harus menunduk untuk melihatnya dengan seksama tubuhnya standart orang Indonesia dan dia melihat ku dengan menengadahkan kepalanya cukup tinggi….yah di amat polos…
Sesuai janji ku pada mama hari ini aku akan menemani anak temannya untuk jalan-jalan….. cukup lama aku menunggunya hingga ia turun dengan penampilan yang sederhana namun menarik dia berkata pada ku bahwa di ingin melihat kebudayaan prancis… akhirnya aku mengajaknya berkeliling di museum peninggalan sejarah prancis… aku melihat gelagat bingung di wajahnya tapi dia cepat tanggap dan langsung menikmati seluruh isi yang ada di museum, kemudian dia ingin mencicipi masakan khas prancis… sebenarnya aku berniat mengajaknya ke lestoran ternama tapi aneh jika kami berada dalam suasana formil saat ini… alhasil aku mengajaknya ke pasar rakyat disana memang penuh dengan masakan prancis dan awalnya lagi-lagi dia bingung tapi seiring berjalannya waktu dia menikmati nya…. Ketiga di mengajak ku ke tempat wisata dan aku pun membawanya kepantai.. tapi ku rasa itu pilihan salah karna hari ini pantai penuh dengan pasangan yang menjalin kasih terlalu banyak kebudayaan yang  beda dari Indonesia sehingga tia memasang wajah sedikit heran tapi dia menikmatinya bahkan di bisa terkejut hanya dengan melihat pasangan yang berjemur dan mengumbar kasih dengn kissing…. Melihat tingkahnya yang salahtingkah akhirnya aku mengajaknya duduk ditepi laut untuk menunggu sunset… dia terlihat senang…. Sebenarnya mama menyuruhku pulang sebelum malam tapi apa gunanya jauh-jauh ke prancis jika tidak lihat menara effel di malam hari akhirnya aku mengajaknya pergi menuju effel…. Sepanjang kami berjalan banyak kenalan yang menyapaku ramah dengan bahasa prancis membuat tia hanya bengong dan terkadang ia tersenyum ramah pada teman-teman ku…. Sampe akhirnya aku bertemu dengan rombongan teman ku mereka mengajakku berbicara dan menanyakan siapa yang bersama ku… teman-teman ku ngotot mengatakan bahwa tia adalah kekasih ku . dan aku tak bisa berbuat apa-apa aku hanya mengatakan “Iya” karna penjelasan ku tentang tia adalah anak teman mama gak di terima oleh mereka . aku melihat bahwa tia tidak nyaman dengan tatapan teman ku padanya dan sesekali mereka menunjuknya membuatnya bersembunyi di balik badan ku akhirnya aku pun mengajaknya berjalan ke bawah menara effel
“bisa gak kita photo-photo” katanya pada ku
Tia mengajak photo…. Ya ku pikir itu menarik aku pun memanggil seseorang photographer beberapa photo di potret dengan kamera hp ku dan beberapa kami cetak kilat dengan kamera sang photographer …… jam menunjukan pukul 08:00 saat itu aku pun mengajaknya pulang … setibahnya dirumah mama mengintrogasi kami habis-habisan… hingga akhirnya mama menyerah dan menyuruh kami untuk tidur……
Lembaran photo jatuh dari tas ku membuat ku harus mumbungkuk untuk memungutnya….. aku tersenyum ceria ketika melihat hasil photo kami yang ternyata banyak mendapat angel bagus…..

                                                                                                333

Kesialan yang menyenangkan

             
“hua…………..akhirnya sampai juga di negri ginseng impian ku….
cihuy……yippie….hehehehe…..”
  Kataku dalam hati sangking girangnya karna maskapai penerbangan yang ku tumpangi telah sampai juga di Incheon sorae port yang merupakan Bandara inter terbaik yang ada di korsel

 Sekarang aku sedang berada di kawasan ibu kota korsel”seoul”.
hari yang menyenangkan di temani awan-awan yang beriringan dihembuskan oleh sepoi angin yang berliuk lembut.matahari kini mulai menuju kearah barat yang berarti waktu menunjukan sekitar pukul 15.00 waktu korsel.
    semuanya terasa damai dan menyenangkan kendaraan roda empat-roda dua  serta MRT berlalu lalang di jalur yang telah ditata amat rapih oleh pemerintahan setempat.
 membuat mata senang memandang seluruh penjuru ibu kota yang tertata rapih yang juga di selimuti oleh pepohonan rindang di setiap sudutnya

“hua….sejuknya Negara ini…”
Ucap ku tak henti-hentinya mengagumi kota seoul yang amat indah..

  “annyong ssi…!!!” [hai…]
  “Sillyehamnida ….” [permisi]
Yup… itu lah kata-kata awal ku ketika bertanya kepada penduduk setempat yang berlalu lalang di sekitar ku.dengan maksud menanyakan  letak tempat penginapan yang terdekat dari pusat kota yang sekarang menjadi tempat ku berpijak.
   beberapa orang memberitahu ku penginapan yang berada 1 km di arah selatan dari tempat ku berpijak.
  “khamsahamnida”[terimakasih]
nah yang itu kata-kata terakhir ku setelah selesai bertanya-tanya pada penduduk setempat yang kebetulan lewat.
                                                        @@@
Saat tiba di penginapan yang di maksud.
  dengan ramah aku bertanya apakah masih ada kamar yang tersisia. Tapi sayang jawaban yang ku terima tak sesuai dengan keinginan ku.karna tak ada satu pun kamar yang tersisa untuk ku.
Sedangkan di luar sana hari mulai senja matahari pun mulai terbenam waktu yang berputar cepat pun menunjukan angka 17.00 waktu korsel
  “kiyyyyyyaaaaa……gw harus kemana lagi????”
Jerit ku dalam hati menyesali akhir dari hari ini yang harus dijalani tanpa kamar penginapan yang nyaman.ingin melanjutkan langkah menuju timur yang katanya juga ada penginapan yang lumayan murah sudah terlalu jauh dari tempat ku berpijak.ditambah lagi aku kurang mengerti jika ingin naik kendaraan yang berlalu lalang .
  *apa taksi disini sama dengan di Negara ku Indonesia??
  *atau sama ketat nya dengan taksi yang ada di singapura??
“hua……mama..!!!!!
 Jerit ku sedih….

“hup….”dengan sekejap tas ku lepas dari genggaman ku.
orang yang merampas tas ku melesat amat cepat sehingga ku tak sempat melihat siapa orang itu yang aku lihat hanyalah sang pelaku telah lari sejau 7 m dari tempat ku berdiri membuat ku tak bisa berkata apapun.tiba-tiba mata ku mulai perih dan setetes demi setetes butiran air mata pun mulai berjatuhan membasahi pipi ku.
  tak tahu lagi apa yang harus ku lakukan.
mau berteriakpun tak tahu kata apa yang ingin ku teriakan di antara orang-orang asing yang ada di sekitar ku saat ini .
“hiks….hiks…hiks…. be.te kok jadi gini shi….hua….jangan-jangan kualat sama mama ni gara-gara gak nurut  ha…hiks…hiks…..aku mau pulang…….”
Rengek ku sepanjang jalan yang tak tentu tujuannya.aku hanya mengikuti jalan-jalan yang berada di himpitan antara gedung-gedung tinggi yang berhiaskan kerlap-kerlip lampu yang menawan.

 “GUBRAK”
“awu….”kata ku cepat ketika seseorang menabrakku dari arah  belakang ku
“mianhae…mian…”[maaf]
“aduh……elo tau gak shi gw ini lagi pusing pake loe tabrak lagi punya mata gak shi…????” kata ku sangking sebelnya.dan tak menghiraukan aturan bahasa yang ku gunakan lagi.
“OPPA…………..”
“cangkema….”[sebentar]
“hua…..”
    Dengan cepat orang yang menabraku itu menarik tangan ku agar aku mengikutinya hal itu membuat ku teriak tak terima tapi teriakan ku yang tersengal-sengal karna sambil larian.kalah oleh teriakan segerombolan orang yang mengejar kami berdua.
   langkah lebar dan cepat yang di ambil oleh orang yang menabrakku tadi membuat ku tak sanggup untuk menyeimbangi langkahnya sehingga aku berhenti di tengah pelarian yang amat terburu-buru itu
“OPPA…??? Segerombolan orang-orang itu mengejar orang ini.aduh mampus jangan-jangan ni orang buronan lagi. Aduh kalau gw terlibat gimana donk???kiyyya…!!!”
 Benakku bertaut memikirkan hal yang enggak-enggak lantaran orang yang menabrak ku ini di kejar-kejar oleh segerombolan orang.
“help me….!!!”teriakku menggunakan bahasa inggris lantaran tak tahu lagi harus berteriak apa.
“hup…”dengan cepat tangan lebar nan putih bersih mendekap mulutku sehingga aku hanya bisa bergumam yang tak jelas
  Langkah cepat lagi-lagi diambil oleh orang asing yang melibat kan ku dalam masalahnya dengan cepat dia merangkul dan menguasai tubuh ku sehingga dengan mudah aku dan dia  masuk di sebuah lorong yang lumayan sempit alhasil kami berhimpit-himpitan sangking pas-pasannya dengan tubuh kami berdua.
  “ampun….tuhan dia cowok yah orang yang membuat ku ikut berlari,mendekap mulutku,dan yang sekarang berdempetan dengan ku adalah seorang cowok!!!hua”
“ou….ou…ou…”kata ku tak jelas lantaran mulutku masih dibekap oleh tangannya
“syuuuuuut……..”perintahnya membuatku terdiam dan tak lagi berusaha untuk berontak karena selain susah geraknya aku juga kesusahan bernafas lantaran masih ngos-ngosan karna lari-larian yang tadi.

“trap….trap…trap…oppa…???trap…trap…”
Beberapa waktu kemudian setelah cowok asing itu berhasil membuat ku bungkam oleh desisnya. Terdengar derapan kaki segerombolan orang sembari meneriakan kata-kata oppa.
  Sekilas ku melirik kearah orang asing yang berada  amat dekat di depan mata ku.mukanya yang khawatir terlihat amat manis dan sangat menawan.
  Hal itu membuat ku teringat sama seseorang yang ku cari di negri ginseng ini…
MAX ‘chang min” ia adalah seorang cowok yang bergabung dalam sebuah boy band ternama di korsel aku kesini untuk menemuinya dan melihat aksi panggungnya secara langsung sampai-sampai larangan mama pun tak ku hirau kan.karna sangking cintanya aku pada Max dan dialah alasan satu-satunya yang membuat  ku datang ke negri ini.

“Ppallihae Naga” [cepat keluar] kata cowok itu sangat legah.
  Sedetik….dua detik….tiga detik…. Dan detik-detik yang lain pun berlalu amat cepat
hembusan angin malam korea membuat ku bergidik kedinginan.sedangkan orang asing  yang sedang berjalan di sampingku hanya diam dan memegang tangan ku erat.raut wajahnya yang amat dingin membuat ku aneh berada di dekatnya.
  “hahha…”nafas legah nan berat terdengar di telinga ku ketika kami tiba di sebuah rumah yang sangat gelab hanya cahaya lampu dari salah satu ruangan yang menerangi
“sreeek….” Cowok asing nan cakep itu pun segera menarik tangan ku  agar aku mengikutinya masuk ke dalam rumah tersebut.

“silahkan di minum…”katanya sembari menyodorkan secangkir teh hangat kepada ku.
“makasih” jawab ku sedikit kikuk karna suasana yang sepi hanya kami berdua yang berada di rumah tersebut.dengan perlahan ku hirup teh itu.
“kamu bisa tinggal di sini untuk sementara…”
“ha…??? Tapi…”jawab ku kaget
“apa kamu masih punya uang untuk menyewa sebuah penginapan???”
   “yup….tadi aku sudah bercerita sedikit alas an mengapa aku sampai terdampar dan nyasar ke tempat tadi yang di sebab kan pencopet gila yang gak mikir dulu sebelum nyopet.”
Dan Kata-katanya membuat ku berfikir ulang tentang tawarannya tadi.
sehingga dengan cepat aku langsung menganggukan kepala yang artinya aku menerima tawaranya.
“kamu bisa menggunakan kamar yang ada di sana…”katanya sambil menunjuk kearah kamar yang berada di bagian belakang rumahnya. “hitung-hitung sebagai tanda terimakasih dan permintamaafan ku karna sudah nabrak kamu tadi” lanjutnya .
Membuat ku hanya bisa tersenyum dengan pipih yang memerah karna malu ditambah lagi karna ge.er.
 “oh ya perkenalkan nama ku kim chang min kamu bisa panggil aku chang min atau pun Max..”
“Max?????” kata ku kaget…
“iya…??!”
“kamu Max???Max oppa??? Member tvxq????kamu Max???” Tanya ku takjub
“iya….kamu Cassiopeia kan???”tanyanya kembali. [Cassiopeia= sebutan untuk fans TVXQ]
“beneran???kamu Max??” Tanya ku masih tak percaya
“iya beneran….”
   Senyum yang amat manis dan bersahabat pun terlihat di wajahnya membuat ku yakin dialah Max orang yang ku cari selama ini,ia yang menjadi impian ku,dan dia sang idola yang membuat ku jatuh cinta padanya selama ini. Dan dia juga lah yang membuat ku berada di sini bersamanya.